Mediashare
- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmanto angkat bicara terkait peristiwa
pemukulan terhadap polisi satuan lalu lintas oleh anggota Komando Resor
Militer Pekanbaru. Gatot menyampaikan permintaan maaf atas kejadian
tersebut.
Menurut dia, pelaku pemukulan sudah ditahan di Denpom 1/3 Pekanbaru.
“Anggota
tersebut sekarang sudah ditahan di Denpom 1/3 Pekanbaru," ujar Gatot
seperti dikutip dari keterangan pers Pusat Penerangan Mabes TNI, Jumat
(11/8/2017).
Gatot pun memastikan bahwa anggota TNI berinisial WS itu akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Yang bersangkutan tetap akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tutur Gatot.
Sebelumnya,
viral di media sosial sebuah video yang menampilkan pria berseragam TNI
membentak anggota polantas yang juga sedang mengendarai motor. Tidak
jelas apa yang dikatakan anggota TNI itu, namun nada suaranya tinggi.
(Baca:Kronologis Pemukulan TNI Kepada Polantas di Pekanbaru Riau)
Sementara,
anggota polisi terlihat berbicara dengan tenang. WS, anggota TNI
tersebut, kemudian menghampiri anggota polisi lebih dekat dan memukul
bagian belakang helmnya.
Anggota
polisi bernama Yoga itu langsung turun dari motornya dan masih mencoba
berbicara dengan tenang. Akan tetapi, WS itu masih emosi dan menendang
motor putih Yoga.
Peristiwa
ini menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi. Sambil masih terbalut
emosi, WS naik ke motornya dan meninggalkan lokasi. Yoga juga
menjalankan motornya kembali.
Tak
lama berselang, WS berhenti lagi dan turun dari motornya. Ia kembali
memarahi Yoga yang berada di belakangnya. Kemudian anggota polisi lain
datang dan merangkul WS untuk menenangkannya.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam Bukit Barisan Kolonel Edi Hartono membenarkan saat Kompas.com mengkonfirmasi foto WS yang nampak diborgol tangannya dan dirantai kakinya.
"Karena ada gangguan kejiwaannya, tentunya sebagai langkah antisipasi agar tidak ada korban berikutnya," kata Edi.
Menurut
Edi, WS bertindak seperti itu karena mengalami gangguan kejiwaan. WS
pernah menjalani pemeriksaan di rumah sakit militer. Hasilnya
menyebutkan bahwa WS mengidap skizofrenia.
Setelah itu, WS menjalani pengobatan instensif dan sudah kembali bekerja. Namun, belakangan, penyakitnya kambuh.
"Dalam seminggu ini yang bersangkutan seperti orang bingung, ke sana kemari enggak jelas apa yang dikerjakan," kata Edi.
Video Pemukulan Polantas Viral di Media Sosial.
