Jika polisi tidak segera menindak Ahok terkait kasus
penistaan Al Quran, umat Islam akan demo besar-besaran dan mengepung istana
Presiden. Bareskrim diberi waktu hingga akhir Oktober untuk menangkap Ahok.
Jika tidak, sejumlah ormas Islam telah mulai mempersiapkan aksi besar-besaran
pada 4 Nopember nanti.
Aksi yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI itu bertajuk Seruan Jihad Konstitusional Bela Agama & Negara.
Menurut seruan yang diunggah DPP Front Pembela Islam (FPI) melalui akun Twitter @dpp_fpi, aksi akan digelar pada 4 Nopember, shalat Jumat di Masjid Istiqlal lalu long march menuju Istana Presiden RI.
Aksi yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI itu bertajuk Seruan Jihad Konstitusional Bela Agama & Negara.
Menurut seruan yang diunggah DPP Front Pembela Islam (FPI) melalui akun Twitter @dpp_fpi, aksi akan digelar pada 4 Nopember, shalat Jumat di Masjid Istiqlal lalu long march menuju Istana Presiden RI.
Disebutkan
dalam catatan, peserta diminta membawa bekal karena kemungkinan akan menginap
di Istana Presiden.
“Para peserta aksi bawa bekal untuk kemungkinan menginap di sekitar Istana Presiden RI,” demikian tertulis dalam seruan tersebut.
“Para peserta aksi bawa bekal untuk kemungkinan menginap di sekitar Istana Presiden RI,” demikian tertulis dalam seruan tersebut.
Begitu seriusnya aksi tersebut hingga peserta diminta untuk menuliskan
wasiat sebelum berangkat, mendahuluinya dengan puasa sunnah dan memperbanyak
dzikir.
“Peserta aksi sebelum berangkat harap tulis wasiat untuk keluarga & berdoa untuk kemenangan umat Islam. Dianjurkan puasa Senin & Kamis sebelum aksi bela Islam. Dianjurkan dari Senin s/d Kamis untuk banyak membaca Al Quran, wirid, dzikir, ratib, hizb, shalawat, doa & perbanyak: hasbunallah wa ni’mal wakil... ni’mal maula wa ni’man nashiir,” demikian poin ketiga hingga kelima catatan dalam seruan tersebut.
“Peserta aksi sebelum berangkat harap tulis wasiat untuk keluarga & berdoa untuk kemenangan umat Islam. Dianjurkan puasa Senin & Kamis sebelum aksi bela Islam. Dianjurkan dari Senin s/d Kamis untuk banyak membaca Al Quran, wirid, dzikir, ratib, hizb, shalawat, doa & perbanyak: hasbunallah wa ni’mal wakil... ni’mal maula wa ni’man nashiir,” demikian poin ketiga hingga kelima catatan dalam seruan tersebut.
Begitu seriusnya aksi tersebut hingga peserta diminta untuk menuliskan
wasiat sebelum berangkat, mendahuluinya dengan puasa sunnah dan
memperbanyak dzikir.
“Peserta aksi sebelum berangkat harap tulis wasiat untuk keluarga & berdoa untuk kemenangan umat Islam. Dianjurkan puasa Senin & Kamis sebelum aksi bela Islam. Dianjurkan dari Senin s/d Kamis untuk banyak membaca Al Quran, wirid, dzikir, ratib, hizb, shalawat, doa & perbanyak: hasbunallah wa ni’mal wakil... ni’mal maula wa ni’man nashiir,” demikian poin ketiga hingga kelima catatan dalam seruan tersebut.
“Peserta aksi sebelum berangkat harap tulis wasiat untuk keluarga & berdoa untuk kemenangan umat Islam. Dianjurkan puasa Senin & Kamis sebelum aksi bela Islam. Dianjurkan dari Senin s/d Kamis untuk banyak membaca Al Quran, wirid, dzikir, ratib, hizb, shalawat, doa & perbanyak: hasbunallah wa ni’mal wakil... ni’mal maula wa ni’man nashiir,” demikian poin ketiga hingga kelima catatan dalam seruan tersebut.
sumber : http://www.tarbiyah.net/2016/10/jika-ahok-tak-diadili-umat-islam-akan.html
